26.5 C
Bali
Minggu, Mei 9, 2021

Ratusan Arena Tajen di Bali Tiarap Gara-Gara Corona, Para Bebotoh Terpaksa Ngadu Ayam ke Luar Bali

JEGBALI.COM, DENPASAR- Bicara tajen di Bali memang pelik. Sebab,  di pulau seribu pura ini, tajen bisa diartikan sebagai sebuah ritual sakral yang dinamakan tabuh rah, atau bisa juga diartikan tajen hanya ajang perjudian semata. Seiring perkembangan zaman, kalangan atau arena tajen di Bali jumlahnya semakin banyak. Ada ratusan arena tajen di Bali dengan jumlah bebotoh yang disebut-sebut mencapai puluhan ribu orang. Semuanya ditutup paksa gara-gara corona?

Tim jegbali.com berhasil mewawancara bebotoh kelas kakap di Bali. Ia bersedia mengungkap bagaimana seluk beluk perjudian tajen di Bali, berapa jumlah arena yang ada di Bali, jumlah bebotoh, penghasilan dari hasil bisnis tajen tersebut dan berbagai berputaran uang yang ada di arena tajen. 

Pertemuan reporter jegbali.com dengan bebotoh tajen ini berawal dari media sosial. Ia sempat curhat mengenai kondisi tajen saat ini di Bali. “Gimana nasib tajen di Bali. Sekarang benar-benar tidak bisa buka. Karena ada perintah dari Pak Gubernur dan Pak Kapolda Bali, tidak ada toleransi. Kalau kapolda sebelumnya masih ada toleransi, yang sekarang benar-benar stop,” kata bebotoh kelas kakap ini, sebut saja namanya Pan Siap. 

Reporter jegbali.com kemudian memutuskan untuk bertemu dengan Pan Siap di Denpasar akhir Desember 2020 lalu. Pan Siap rupanya cukup semangat menjelaskan seluk beluk tajen di Bali, kendati bisnisnya saat ini sedang tiarap  gara-gara pandemi covid-19 (corona).

“Kalau tahun 2020, zaman Kapolda Bali dipimpin Pak Petrus Golose, meskipun kondisi pandemi masih fleksible kita. Masih bisalah buka tapi tetap kami pake masker dan orang di arena dibatasi. Tapi semenjak Kapolda Bali Pak Putu Jayan Danu, benar-benar stop. Saya tidak mengerti, apa karena Pak Putu belum paham gimana tajen di Bali dan ikut perintah Pak Gubernur saja, atau bagaimana,” beber Pan Siap kepada jegbali.com

Pan Siap berkata begitu lantaran perintah penghentian segala bentuk tajen di Bali setelah Gubernur Bali Wayan Koster sempat bertemu dengan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Selain itu, memang ada surat keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali soal tajen agar dihentikan sementara di masa pandemi covid-19. “Setelah pertemuan Pak Kapolda dengan Pak Gubernur langsung stop. Kami sudah tidak beroperasi lagi sejak 16 Desember 2020,” kata Pan Siap.

Dengan perintah penghentian tajen di seluruh Bali membuat dirinya bersama dengan rekan-rekan partnernya tentu merasa sangat keberatan. Bukan karena ditutupnya tajen, tapi yang membuat mereka merasa tidak adil karena tempat hiburan baik karaoke, dan tempat hiburan lain di Denpasar hampir semua bisa buka. “Anehnya tempat karaoke kok masih boleh buka ya, itu yang saya pertanyakan,” kata Pan Siap. Ia tak menyebut tempat-tempat karaoke yang dimaksud. “Semua (tempat karaoke) yang besar-besar masih bisa buka,” ungkapnya

Dengan ditutupnya semua arena tajen di Bali, Pan Siap merasa kasihan dengan orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat penghentian seluruh arena tajen ini.

“Banyak sumber kehidupan di tajen. Satu arena besar yang bisa mendapatkan pekerjaan di sana ratusan orang, baik dia sebagai pedagang, tukang parkir, pecalang, tukang bersih, saye, mereka semua diluar bebotoh,” kata Pan Siap.

Pan Siap yang mengerti betul situasi kondisi dalam sebuah arena tajen membeberkan, dalam satu arena tajen besar misalnya, ada 20-an pedagang los yang berjualan. Itu, kata dia, belum termasuk pedagang suwun atau pedagang kaki lima. 

Selain pedagang, ada juga sumber penghasilan sebagai tukang bubut bulu ayam, kemudian ada yang dinamakan saye gisi yang per arena tajen biasanya ada 20 orang. “Kalau tukang suwun, sekali berjualan bisa dapat untung 150, sampai 250 ribu, kan lumayan mereka ada penghasilan. Kalau ditutup, mereka pasti kehilangan penghasilan,” kata Pan Siap

Selain itu, ditutupnya semua arena tajen membuat banyak warga sekitar arena Tajen juga akan kehilangan pendapatan. Mereka yang biasanya dapat tambahan penghasilan dari menyewakan lahan parkir, kini tidak lagi dapat. Kemudian, juru parkir, pecalang, dan petugas kebersihan di arena tajen juga kehilangan panghasilan. “Karena di setap arena tajen, itu kerjasama dengan warga sekitar, dan desa adat juga,” kata Pan Siap.

Pengalaman dirinya mengelola arena tajen, Pan Siap juga mengungkap bahwa dalam arena yang besar, itu biasanya ada 60-an staf yang juga ditugaskan. Mereka ditugasi untuk memungut karcis, dan tugas-tugas lain. 

Bahkan, yang juga kena imbas dari penutupan ratusan arena tajen di Bali semenjak pandemi adalah para peternak ayam aduan yang jumlahnya ribuan di Bali. 

“Kalau peternak ayam aduan jumlahnya ada ribuan juga di Bali, mereka terbesar di Buleleng, Baturiti, Bangli juga ada, trus Kintamani, dan Tampaksiring. Kalau di Madenan, bahkan hampir setiap rumah punya ternak ayam. Jadi kalau tajen ditutup, gak ada yang beli ayam mereka. Sementara biaya pakan ternak kan harus tetap jalan, belum lagi ada yang mati, rugi besar mereka,” ungkap Pan Siap

Pan Siap yang juga seorang bebotoh berpengalaman ini menuturkan, biasanya harga ayam aduan itu berkisar antara Rp 500 sampai 3 jutaan. “Tergantung umur dan kualitas ayamnya. Kalau saya tahu yang mana ayam jago atau tidak,” tuturnya

Dia mencontohnya, jika saat hari normal, setiap tiga sampai empat hari ia bisa menghabiskan uang Rp 10 juta untuk membeli ayam aduan. “Biasanya dulu saya beli 10 ekor ayam, tiga empat hari habis, trus saya beli lagi, kan disana ada perputaran uang banyak,” tutur Pan Siap.

Selain itu semua, Pan Siap juga mengungkap bahwa banyak teman-teman bebotoh tajen yang terpaksa harus mengadu ayamnya ke luar Bali gara-gara seluruh arena tajen di Bali tiarap. “Di Lombok itu masih bisa buka, teman-teman saya lari kesana sekarang mereka,” tutur Pan Siap.

Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Hingga Miliaran di Arena Tajen

Seiring berjalan waktu, arena tajen di Bali jumlahnya semakin banyak. Dulu biasanya arena-arena tajen ada di kawasan Pura, kini arena tajen banyak muncul di antara permukiman warga. Pan Siap mengungkap bahwa jumlah arena tajen di Bali sekitar ratusan arena. Dari ratusan arena tajen di Bali, paling banyak ada di Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar. 

Khusus Denpasar, Pan Siap menyebut ada sekitar 30 arena tajen yang sebelumnya buka hampir setiap hari, mulai dari pagi bahkan ada yang sampai malam hari. Dari ratusan arena tajen di Bali, arena yang paling besar menurut Pan Siap adalah yang ada di Pejeng, Gianyar tepatnya di Tatiapi. Kemudian, arena yang menurut dia besar di Bali ada juga di Kota Denpasar yakni di salah satu gang masuk di Jalan Gunung Agung Denpasar.

Bahkan, Pan Siap hafal betul jadwal operasi arena tajen di Denpasar. Biasanya, sebelum pandemi covid-19, tajen di Denpasar hampir tak pernah libur. Setiap hari, mulai pagi hingga malam hari puluhan arena tajen di Denpasar rutin beroperasi dengan jumlah bebotoh yang datang ratusan hingga ribuan per arena. Khusus di Denpasar, arena tajen yang beroperasi pada pagi hingga siang hari ada di kawasan Jalan Gunung Agung, Abian Tubuh, dan Padangsambian. Sedangkan, arena tajen yang beroperasi sore hingga malam hari ada di kawasan Penamparan, Monang-Maning, dan Subak Dalem. 

“Sampai tengah malam pun ada. Pernah sampai jam 1 dini hari,” ungkap Pan Siap.

Lalu siapa sih sebetulnya yang mengelola arena-arena tajen di Bali khususnya di Denpasar yang beropasi setiap hari itu? Menurut Pan Siap, dalam satu arena tajen biasanya tidak dikelola oleh satu orang, melainkan secara berkelompok, antara 10 sampai 20 orang. Banyak rumor beredar bahwa perputaran uang di tajen sangat besar, bahkan di Denpasar perputaran uang di arena tajen bisa sampai ratusan juta bahkan miliaran per hari. Namun Pan Siap menepis rumor ini. “Kalau tajen undangan mungkin sampai segitu ya dalam sehari, tapi kalau bukan tajen undangan tidak sampai segitu,” kata Pan Siap

Masing-masing orang yang terlibat sebagai pengelola arena tajen biasanya bisa dapat untung bersih Rp 20, sampai 25 juta per bulan. 

Duit tersebut didapat dari uang karcis untuk masyarakat yang masuk ke arena tajen. Jika masyarakat hendak masuk ke arena tajen, mereka pertama harus membayar uang parkir sebesar Rp 5000 untuk sepeda motor. Kemudian, di halaman depan, mereka akan dimintai uang Rp 30 ribu, kemudian jika mau masuk ke arena harus membayar lagi Rp 50 ribu. Jika mau menonton sabung ayam di tempat yang dekat, kita harus membayar lagi Rp 50 sampai Rp 100 ribu per orang. 

Kapolda Bali: Kalau Ada Kami Tindak

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menegaskan, soal tajen tidak ada toleransi di Bali khususnya saat pandemi covid-19. Jika ada yang berani menggelar tajen disaat pandemi, Jayan Danu mengaku bakal menindak tegas seperti yang telah dilakukan Polda Bali dan Polres Jajaran belakangan ini.

“Tajen masih kami tanggulangi. Kemarin sudah kami tindak kan. Ada contoh di mana itu, di Badung kan. Kalau ada, polres-polres lain akan menindak,” kata Putu Jayan Danu Putra saat diwawancara di Gedung PRG Polda Bali akhir 2020 lalu.

Terakhir, Polda Bali melalui Ditreskrimum Polda Bali menggerebek judi tajen di Dusun Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng (14/1/2021). Judi tajen tersebut tercium setelah adanya laporan dari masyarakat ke polisi.

“Setelah adanya laporan ke polisi, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan masyarakat yang sedang berkerumun tidak menggunakan masker, setelah dicek ternyata kerumunan tersebut sedang melakukan perjudian sabung ayam,” kata Direrktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro didampingi Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi saat menggelar konferensi pers, Jumat (15/1/2021) 

Para pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut di antaranya GS sebagai penyelenggara tajen, KE (anak dibawah umur) yang berperan sebagai tukang cuk, INR sebagai pekembar, IKM sebagai wasit (saye), dan GM yang juga sebagai wasit (saye). 

Barang bukti yang diamankan dari penggerebekan tajen ini di antaranya 35 ekor ayam aduan, 1 terpal warna cokelat, 1 pisau belakas, 1 spanduk pengumuman, 1 buah handuk warna merah muda,  5 gulung benang warna merah, 20 buah plaster luka, 1 buah kurungan ayam, 2 buah tas taji beserta isinya, dan uang tunai sebesar Rp 6.900.000

“Dengan mengacu peningkatan jumlah penderta covid-19 menjadi perhatian serius para pimpinan kita dalam hal ini Gubernur Bali, Kapolda sepakat bagaimana menekan adanya kerumunan massa, salah satunya dengan penindakan ini,” kata Direskrimum Rahardjo.

Bahkan, ia mengungkap bahwa penindakan judi tajen ini tak hanya dilakukan oleh Ditreskrimum, tapi Polres-polres jajaran di Bali juga melakukan hal yang sama. “Wilayah yang sudah melaksanakan dan mendapatkan hasil saat ini adalah Polres Badung, Polres Jembrana, Polres Bangli, Polres Karangasem, dan Polres Klungkung,” ucapnya

Direktur Reskrimum Polda Bali yang belum lama dilantik ini juga menjelaskan, penghentian 

Adanya keputusan Gubernur Bali no 270/04/6/HK 2020 tentang penetapan status tanggap darurat akibat covid-19 di Provinsi Bali. (red)

Latest news

Dua Pria Diamankan Polisi Lantaran Mencuri di Pura Besakih

JEGBALI.COM, KARANGASEM- Wayan Sudirka dan Wayan Sera Ariawan kini harus berurusan dengan polisi. Dua warga Besakih ini diamankan Polsek Rendang lantaran mencuri...
- Advertisement -

Meski Mendekam di ‘Hotel Prodeo’, JRX SID Tetap Berkarya

JEGBALI.COM, DENPASAR- Meski mendekam di "hotel prodeo", Drummer Superman is Dead (SID) I Gde Ari Astina alias JRX...

Gelar Nobar Kinipan! Frontier-Bali & Aliansi Pelajar Bali Galang Donasi Untuk NTT

JEGBALI.COM, DENPASAR- Acara BERDISKO (Berbincang, Berdikusi, Dan Kongkow-Kongkow) ke 6 kembali digelar Minggu, 11 April 2021, oleh Front...

Festival Bali di Australia Banjir Hujatan Karena Representasi Budaya yang Keliru

JEGBALI.COM, AUSTRALIA- Festival bertema Bali di Australia Barat meminta maaf pada publik dan masyarakat Bali karena karena tidak sesuai promosi dan representasi...

Related news

Dua Pria Diamankan Polisi Lantaran Mencuri di Pura Besakih

JEGBALI.COM, KARANGASEM- Wayan Sudirka dan Wayan Sera Ariawan kini harus berurusan dengan polisi. Dua warga Besakih ini diamankan Polsek Rendang lantaran mencuri...

Meski Mendekam di ‘Hotel Prodeo’, JRX SID Tetap Berkarya

JEGBALI.COM, DENPASAR- Meski mendekam di "hotel prodeo", Drummer Superman is Dead (SID) I Gde Ari Astina alias JRX...

Gelar Nobar Kinipan! Frontier-Bali & Aliansi Pelajar Bali Galang Donasi Untuk NTT

JEGBALI.COM, DENPASAR- Acara BERDISKO (Berbincang, Berdikusi, Dan Kongkow-Kongkow) ke 6 kembali digelar Minggu, 11 April 2021, oleh Front...

Festival Bali di Australia Banjir Hujatan Karena Representasi Budaya yang Keliru

JEGBALI.COM, AUSTRALIA- Festival bertema Bali di Australia Barat meminta maaf pada publik dan masyarakat Bali karena karena tidak sesuai promosi dan representasi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini